Tikungan Maut Marelan: Simpang Misteri di Medan yang Bikin Merinding
Ruang Mistis – Penduduk Medan Utara tak asing dengan nama tikungan maut Marelan di Medan. Terletak di simpang tiga Jalan Veteran dan Jalan Paku, Kecamatan Medan Marelan, tikungan ini punya reputasi horor. Banyak pengendara yang mengalami kecelakaan, bahkan berakhir fatal.
Tikungan ini memiliki bentuk lengkungan S yang tajam. Sehingga, pengendara dari Jalan Veteran harus segera kurangi kecepatan saat memasuki persimpangan ini. Bahkan, menurut warga setempat, insiden kecelakaan kerap terjadi di sini.
Warga bernama Dara menyampaikan, “Lokasi ini disebut ‘tikungan maut’ karena sering terjadi kecelakaan—ada yang sampai meninggal saat melewatinya.”
Uniknya, tikungan ini juga sarat cerita mistis. Dahulu, terdapat pohon besar di Jalan Paku yang disebut-sebut menjadi tempat penunggu kuntilanak. Warga mengaku sering melihat sosok perempuan tergantung di atas pohon itu. Setelah pohon itu ditebang, jumlah kecelakaan dilaporkan berkurang.
“Sejak pohon itu hilang, kecelakaan tidak lagi seperti dulu. Penunggunya mungkin sudah pergi,” ujar Dara penuh seloroh.
Antropolog Sumut, Erond L. Damanik, mengatakan wajar muncul anggapan mistis karena banyak kecelakaan terjadi. Namun bukan berarti kepercayaan itu benar adanya. Ia menegaskan, penyebab utama kecelakaan adalah desain infrastruktur yang tidak ideal.
Menurut Erond, bentangan jalan selebar lebih dari 7 meter justru menyesatkan. Tikungan tersebut menuntut respons cepat dari pengendara, terlebih jarak antara dua belokan sangat pendek—kurang dari 10 meter—yang membuat situasi bisa jadi menggugah.
“Sering muncul korban luka-luka atau bahkan cacat permanen di sini. Jadi masyarakat percaya ada ‘penunggu’ karena trauma dan penjelasan teknis yang sulit diterima,” tuturnya.
Kini, simpang tersebut jadi titik padu antara rasa takut dan fakta teknis. Akal sehat menyarankan kita tetap waspada, terutama jika kondisi jalan membingungkan dan tikungannya tajam.
Jangan biarkan mitos menjerumuskan keselamatan. Turunkan kecepatan, utamakan kewaspadaan—atau percayalah pada insting yang tumbuh dari pengalaman. Tikungan ini memang legendaris, namun tindakan kita lebih menentukan dari sekadar cerita horror yang beredar.